Kontribusi Berita dan Konten

Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.


belum menjadi anggota? daftar disini
×

Registrasi User

Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.

×

Aturan persetujuan pengiriman konten

Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:

Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login

×
Home  » Informasi » Informasi Umum

Sambut Lebaran dengan Menu Istimewa: Ayam Panggang "Penyet"

 

article-image

Permintaan daging ayam jelang lebaran umumnya tinggi sehingga mengakibatkan kenaikan harga di tingkat eceran. Berdasarkan pantauan dari Kementerian Perdagangan, sejauh ini harga daging ayam tingkat konsumen rata-rata nasional Rp. 26.626 per kilogram. Meski dibeberapa tempat daging ayam ras (broiler) tembus 30 ribuan per kilogram. Kenaikan harga daging ayam menurut sejumlah kalangan disebabkan oleh pasokan yang berkurang dibanding penawaran. Menjelang lebaran pasokan daging ayam di banyak tempat tersendat lantaran banyak ayam yang belum memasuki usia panen. Umumnya ayam broiler siap potong berumur lebih dari 25 hari, sementara sekarang ini banyak ayam baru memasuki umur 20-an hari sejak DOC (Day Old Chicks). Ayam broiler yang dipanen relatif muda menurut penuturan para pedagang perolehan dagingnya kurang karena prosentase karkas kurang maksimal.  

Disamping faktor pasokan, kenaikan harga pakan dan biaya perawatan ayam juga picu harga ayam di tingkat peternak. Banyak peternak yang mengeluhkan menggelembungnya biaya pakan, diperparah lagi oleh perolehan angka FCR (Feed Conversi Ratio) cenderung tinggi. Angka FCR yang baik mengindikasikan efisiensi. Konsumsi pakan optimalkan performa broiler, bobot badan besar dan semestinya dicapai pada umur yang relatif lebih muda. Jika semakin kecil FCR dan semakin besar bobot badan pada umur yang lebih muda, menunjukkan semakin efektif manajemen yang dilakukan oleh peternak. Artinya, peternak itu efisien waktu. Sebagai gambaran selisih  pada FCR sebesar 0,05 akan menunjukkan selisih BEP Rp 240,-/kg panen (asumsi harga pakan Rp 4.800,-/kg). Maka selisih FCR 0,05 itu sangat berarti. Kekuatan peternak menghadapi tantangan harga justru diindiksikan dari perolehan FCR. Karena FCR bisa dikonversi untuk  menggambarkan korelasi antara biaya dengan semua hal, mulai dari mortalitas, pertumbuhan dan hasil panen. (Trobos).

Idealnya bagi peternak, ayam bisa dipanen pada umur relatif muda dengan perolehan bobot badan optimal sehingga biaya pakan dan perawatan bisa ditekan. Kenyataan sekarang, banyak peternak yang lebih memilih bagaimana ayam bisa dipanen cepat tanpa memperhitungkan bobot badan. Apalagi menghadapi permintaan yang tinggi biasanya saat lebaran, natal dan tahun baru.

Permintaan ayam yang tinggi memicu maraknya peredaran daging ayam yang tidak layak untuk dikonsumsi, dari segi kehalalannya dan higienitasnya. Mulai dari ayam “tiren” mati kemarin, ayam busuk sampai ayam “glonggongan”. Masyarakat perlu mewaspadai beredarnya ayam ini, apalagi kandungan aditif berbahaya seperti formalin kerap dijadikan bahan untuk mengawetkan daging ayam itu.

Berikut ini tips-tips untuk memilih daging ayam sehat saat belanja di pasar : Warna dagingnya putih segar; Warna lemak putih kekuningan merata dibawah kulit; Bau dagingnya segar dan tidak berbau bahan asing; Dagingnya elastis bila ditekan jari dan akan kembali seperti semula; Tidak ada tanda memar atau tanda lain yang mencurigakan.

Setelah mendapatkan daging ayam benar-benar sehat, perlu dipersiapkan resepnya untuk diolah seperti apa tentunya sangat tergantung selera.  Namun ada baiknya mengikuti resep untuk mengolah daging ayam, baik digoreng ataupun dibakar. Kadang masakan restoran lebih enak dibanding masakan sendiri. Ini lebih kepada persoalan proses pemasakan yang sempurna. Idealnya suhu penggorengan harus stabil pada kisaran 150-170 derajad Celsius. Pada suhu tersebut, virus AI (Avian Influenza) atau dikenal flu burung akan mati saat daging ayam mulai masak pada suhu di atas 150 derajad celsius.

Tips-tips berikut ini bisa dicoba untuk mengisi sajian menu istimewa dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah. Menu ayam panggang penyet, menu masakan tradisional yang sangat digemari oleh masyarakat. Bahan : 1 ekor ayam kampung, potong 4 bagian; 850 ml santan; 1 sdt asam jawa, larutkan dengan sedikit air; 3 sdm minyak untuk menumis; 2 lembar daun salam dan 3 cm lengkuas.

Bumbu : 5 siung bawang merah; 5 siung bawang putih; 2 sdt ketumbar; 3 cm kunyit; 4 butir kemiri; 2 sdt garam dihaluskan. Sambal : 12 buah cabai keriting; 4 siung bawang merah; 3 siung bawang putih; 1 buah tomat; 1 sdm minyak goreng; 1 sdm gula jawa; ½ sdt garam; 2 buah jeruk limau ambil airnya.

Cara membuat :Tumis bumbu halus, daun salam, dan lengkuas sampai harum. Masukkan ayam, lalu tambahkan santan dan asam jawa. Masak sampai santai mengering dan bumbu meresap. Angkat dan sisihkan. Sambal : Goreng cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat sampai layu. Angkat, lalu haluskan bersama gula jawa dan garam. Beri air jeruk limau. Aduk rata.

Bakar ayam dengan bara api sambil sesekali diolesi dengan sisa bumbu. Angkat, lalu letakkan ayam di atas sambal. Tekan dengan cobek sampai penyet. Sajikan selagi hangat dan selamat menikmati untuk menyambut lebaran Idul Fitri 1333 H. Diolah dari berbagai sumber. (RTz Datin)



Artikel Lain

PERHITUNGAN ANALISA KELAYAKAN USAHA
Penggunaan: UPJA Mesin Perontog (Power Thresher)

Diasumsikan bahwa:

kg/jam
HP
tahun
jam/hari
hari/tahun
per orang
orang
%
kg

1. Biaya Tetap

2. Biaya Tidak Tetap

3. Benefit Cost Ratio

4. Break Event Point
ton/tahun
hektar/tahun
hektar/musim

5. Pay Back Period
tahun
tahun
×