Kontribusi Berita dan Konten

Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.


belum menjadi anggota? daftar disini
×

Registrasi User

Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.

×

Aturan persetujuan pengiriman konten

Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:

Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login

×
Home  » Informasi » Pasar Domestik

SISTEM RESI GUDANG JAGUNG JURUS JITU PEROLEH HARGA TINGGI SAAT PANEN RAYA

Sudah menjadi tradisi saat panen raya, harga komoditi hasil pertanian yang dipanen akan terjun bebas tidak terkendali dan berakibat menurunkan pendapatan petani. Menghadapi kondisi ini petani biasanya menerima saja karena dianggap sudah lumrah sehingga jarang mencari solusi efektif keluar dari masalah ini.

Turunnya harga saat panen raya adalah efek dari besarnya pasokan dibanding dengan kemampuan pasar untuk menyerapnya. Oleh karena itu pemecahannya adalah dengan menunda penjualan produk yang baru dipanen dan menunggu harga lebih baik yang lazim disebut dengan Sistem Resi Gudang (SRG).

Untuk itu Direktorat Pemasaran Domestik Ditjen PPHP berupaya meningkatkan pemahaman petani tentang sistem resi gudang  untuk komoditas jagung, dengan melakukan sosialisasi sistem resi gudang kepada kelompoktani/Gapoktan di tiga provinsi yaitu Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Dengan sosialisasi ini, petani menjadi lebih paham permasalahan pengelolaan resi gudang dari aspek hulu sampai hilir.

Secara resmi pemanfaatan resi gudang di Indonesia mulai di undangkan tahun 2006 melalui UU No. 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang sebagaimana diubah dengan UU No. 9 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UU No. 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang. Adapun peraturan pendukungnya adalah sebagai berikut :

  1. PP No. 36 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan UU No. 9 Tahun 2006 Tentang SRG;
  2. Permendag No. 37/M-DAG/PER/11/2011 tentang Barang Yang dapat Disimpan di Gudang dalam Penyelenggaraan SRG;
  3. Peraturan Kepala Bappebti (14 buah) yang mengatur mengenai teknis penyelenggaraan SRG.
  4. Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/6/PBI/2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/2/PBI/2005  tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum

Adapun salah satu daerah yang telah berhasil mengelola resi gudang adalah di Kabupaten Banyuwangi Jawa Tengah dengan meresi gudangkan 25.000 kg padi. Setelah harga membaik, petani kembali menjual padinya dan memperoleh margin 9,6 %` (sumber : Subdit Jaringan Pasar – Direktorat Pemasaran Domestik).th



Artikel Lain

PERHITUNGAN ANALISA KELAYAKAN USAHA
Penggunaan: UPJA Mesin Perontog (Power Thresher)

Diasumsikan bahwa:

kg/jam
HP
tahun
jam/hari
hari/tahun
per orang
orang
%
kg

1. Biaya Tetap

2. Biaya Tidak Tetap

3. Benefit Cost Ratio

4. Break Event Point
ton/tahun
hektar/tahun
hektar/musim

5. Pay Back Period
tahun
tahun
×