Kontribusi Berita dan Konten

Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.


belum menjadi anggota? daftar disini
×

Registrasi User

Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.

×

Aturan persetujuan pengiriman konten

Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:

Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login

×
Home  » Informasi » Pasar Domestik » Jaringan Pasar

Kemitraan Jagung Menjawab Harapan Petani dan Persyaratan Pabrik

Jagung merupakan komoditas pertanian yang awalnya dipandang sebelah mata oleh petani Indonesia.  Namun seiring peningkatan permintaan dari pabrik pakan ternak, harga jagung di tingkat petani cenderung stabil pada kisaran Rp 2.800,00 sampai Rp 3.000,00 (kadar air 17-20 persen).  Harga ini tentu sangat menarik bagi petani, tetapi dibalik itu terdapat konsekuensi mutu dan kontinuitas yang harus dipenuhi.

Contoh kasus di gudang PT. Japfa Comfeed Palu Sulawesi Tengah.  Pada periode Januari sampai Juli 2013, ternyata 62 % jagung petani ditolak karena tidak memenuhi standar mutu yang diharapkan.   Hal tersebut diantaranya disebabkan adanya biji mati sebanyak 69,8 %, biji jamur 17,7 % dan toxin 12,5 %.   Diperkirakan hal inilah yang menjadi penyebab produksi jagung nasional tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan pabrik pakan ternak.  Padahal data produksi nasional mencapai hampir 18 juta ton, sementara kebutuhan pabrik pakan ternak hanya 7,8 juta ton.

 

Di bawah ini beberapa gambar jagung yang tidak memenuhi persyaratan PT. Jafpa Comfeed.

 

Gambar 1. Biji mati

 

Gambar 2.  Jagung diserang jamur

 

Gambar 3. Jagung dimakan organisme   

Salah satu upaya untuk menjawab masalah ini adalah dengan membangun sistem agribisnis berbasis kemitraan.  Yaitu sistem yang kuat dan terpadu, dari hulu sampai hilir, dengan prinsip saling menguntungkan, beresiko rendah dan berkelanjutan.   Sistem ini telah diprakarsai oleh Ditjen Tanaman Pangan pada sembilan provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, SulawesiSselatan dan Sulawesi Tengah.  Di bawah kemitraan yang berdasar pada MoU, petani akan mendapatkan bimbingan, baik dari pengusaha benih jagung maupun dari pabrik pakan ternak.

Peran Ditjen PPHP sangat strategis dalam mendukung program ini, mengingat produksi jagung di Indonesia sangat tergantung musim.  Saat panen raya, limpahan jagung ini harus terdistribusikan ke gudang-gudang yang telah bersertifikat dan dikelola dengan baik.  Bahkan lebih baik lagi jika dapat diresigudangkan, sehingga petani bisa mendapat modal usaha meskipun jagungnya belum dibeli oleh pabrik pakan (Pradi)  

[editor : shin/bpma]

 



Artikel Lain

PERHITUNGAN ANALISA KELAYAKAN USAHA
Penggunaan: UPJA Mesin Perontog (Power Thresher)

Diasumsikan bahwa:

kg/jam
HP
tahun
jam/hari
hari/tahun
per orang
orang
%
kg

1. Biaya Tetap

2. Biaya Tidak Tetap

3. Benefit Cost Ratio

4. Break Event Point
ton/tahun
hektar/tahun
hektar/musim

5. Pay Back Period
tahun
tahun
×