Beranda | Kembali ke halaman sebelumnya

BERITA UTAMA

Meraih Nilai Tambah Melalui Kemasan Yang Apik.
Dikirim 20 Juni 2011 by  - Dilihat: 1493

Tenggarong/.Sudah banyak produk komoditi olahan pertanian yang beredar, baik untuk konsumsi lokal maupun untuk pasar internasional. Bukan hal yang aneh dan baru jika saat ini kita bisa menemukan apel, salak, papaya atau nenas yang bisa diolah menjadi keripik. Bukan sesuatu yang mustahil jika mangga gedong, manggis mampu di ekspor ke china. Dan bukan hal yang luar biasa, jika kopi Indonesia Gayo Arabica sangat fenomenal di pasar kopi dunia.

Produk-produk hortikultura dan perkebunan dalam negeri tenyata memiliki potensi yang sangat besar, dan butuh penanganan yang serius dari segi mutu sehingga mampu bersaing di pasar dunia. Tapi diantara kesemuanya, ada satu sisi yang turut berperan besar bahkan berpengaruh besar dalam pemasaran yaitu faktor packaging (pengemasan). Produk-produk dengan kualitas ekspor umumnya dikemas dalam bentuk desain dan warna yang sangat menarik. Jika anda berkunjung ke Pameran Pekan Nasional (PENAS) petani dan Nelayan Nasional 2011 yang berlangsung di Tenggarong, Kalimantan tanggal 18 – 23 Juni 2011, maka mampirlah ke stand Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian, berbagai produk olahan komoditi pertanian dikemas dengan bentuk yang sangat menarik, aloevera dengan kualitas ekspor, Kopi Sumatera Arabica, Flores Arabica, hingga Bali Arabica, tampil dengan desain yang “chic”, sehingga sangat menggoda petani, pelaku usaha untuk bertanya.

Pengemasan yang baik dengan sendirinya akan meningkatkan harga jual produk, seperti yang disampaikan Ibu Selly pelaku usaha di bidang pengemasan produk, ”pertama masyarakat akan tertarik dari penampilan produk yang dipajang, kemudian akan tergerak untuk menyentuh dan mengetahui lebih jauh”   Paulus Sarira, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Wamena yang saat ini sedang membina petani kopi organik, pegunungan jayawijaya menambahkan, ”faktor pengemasan yang baik mampu memberikan nilai tambah yang lebih, serta mampu mempromosikan potensi daerah penghasil”,

Peranan faktor pengemasan sebenarnya sudah disadari oleh petani, hanya permasalahan bagi petani adalah akses untuk mendapatkan informasi tentang pengemasan. Hal ini  dialami oleh Marjudi, peternak susu kambing dari Desa, Banyoan, Kedungwara, Tulungagung, mengeluh masih minimnya informasi tentang packaging yang baik, menurutnya,” pemasaran susu tulungagung terkendala di pengemasan, informasi tentang produsen pengemasan  masih minim, sehingga yang kami lakukan adalah membeli botol bening seharga Rp.800,/ botol dan diberi label sederhana, inipun menyulitkan, karena konsumen ragu dengan kemasan yang sederhana. Hal yang sama juga disampaikan Abdul Rahman, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga berprofesi sebagai petani di Maros, Sulawesi Selatan, jika ingin bersaing, sudah saatnya petani berinovasi dengan memberikan perhatian lebih pada kemasan produk yang dijual.

Produk-produk olahan Perkebunan maupun Hortikultura yang di tampilkan di stand PPHP dengan desain kemasan yang menarik, adalah produk bermutu dan telah melanglang buana. Jadi untuk meraih nilai tambah dan daya saing, petani sebagai pelaku usaha, tampilah dengan produk dengan kemasan yang cool..!!!!(Hendra/humaspphp)

Berita Utama Lainnya