Beranda | Kembali ke halaman sebelumnya

Pasca Panen

RAPAT TEKNIS DIREKTORAT JENDERAL PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN
Dikirim 14 Juli 2009 by  - Dilihat: 3395

Rapat Teknis Direktorat Jenderal Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Pertanian, Tanggal 17-20 Maret 2009, di Hotel Sultan, Solo dihadiri oleh 50 orang peserta terdiri dari supervisor, site manager, petugas pembina dari 5 propinsi 16 Kabupaten yang mendapatakan Dana TP. Tahun 2009 serta petani dan pedagang pengumpul dari Kab. Purbalingga dan Banyumas.   Pada pertemuan tersebut dicatat beberapa hal penting yaitu :

1 Menyamakan persepsi tentang penerapan sarana dan teknologi pasca panen secara optimal di lapangan.
2 Mengetahui pemasalahan dan hambatan-hambatan dalam penanganan pasca panen untuk kemudian dicarikan solusinya.
3 Membekali petugas dinas propinsi/kabupaten tentang pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana dekon dan TP tahun 2009 sehingga diharapkan seluruh kegiatan dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, efisien, tertib, taat aturan dan aman.
4 Di beberapa daerah, teralokasi dana untuk honor supervisor tetapi tidak teralokasi dana untuk site manajer. Sehubungan dengan hal tersebut diusulkan agar tugas supervisor ditambahkan, tidak hanya membina site manajer tetapi juga membina unit pengolahan yang sudah ada.
5 Jenis dan kapasitas bantuan peralatan pasca panen yang diberikan kepada petani sebaiknya benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan gapoktan dan kondisi setempat.
6 Alokasi Dana Tugas Pembantuan (TP) TA. 2009 Direktorat Penanganan Pasca Panen.
  a Sub Sektor Tanaman Pangan
    a.1 Pada TA 2009 teralokasi dana Tugas Pembantuan (TP) untuk kegiatan Penanganan Pasca Panen Tanaman Pangan di 31 Propinsi dan 197 Kabupaten/Kota.
    a.2 Program aksi pengembangan penanganan pasca panen tanaman pangan tahun 2009 adalah :
      - Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Kecamatan Pasca Panen Berbasis Gapoktan.  
      - Penumbuhan dan Pengembangan UPJA Pasca Panen/ Grup Panen.
      - Pengadaan Bantuan Peralatan Mesin Pasca Panen  
      - Bantuan Penguatan Modal Usaha
      - Pendampingan (Site Manager) dan Supervisor Penanganan Pasca Panen.
      - Gerakan Penanganan Pasca Panen dan Pemasaran Gabah/ Beras (GP4GB)
  b Sub Sektor Tanaman Pangan
    b.1 Pada TA 2009 teralokasi dana Tugas Pembantuan (TP) untuk kegiatan Penanganan Pasca Panen Hortikultura di 14 Propinsi dan 19 Kabupaten/Kota.
    b.2 Program aksi pengembangan penanganan pasca panen hortikultura tahun 2009 adalah :
      - Grading & Packing House
  c Sub Sektor Perkebunan
    c.1 Pada TA 2009 teralokasi dana Tugas pembantuan untuk kegiatan Penanganan Pasca Panen Perkebunan sebagai berikut :
      - Pengembangan Penanganan Pasca Panen Karet di 35 Kabupaten.
      - Pengembangan Penanganan Pasca Panen Kakao di 36 Kabupaten.
      - Pengembangan Penanganan Pasca Panen Karet di 35 Kabupaten.
      - Pengembangan Agroindustri Pengolahan Kopi Rakyat di 20 Kabupaten.
      - Pengembangan Agroindustri Pengolahan Mete di 12 Kabupaten.
      - Pengembangan Penanganan Pasca Panen Lada di 1 kabupaten.
    c.2 Program aksi pengembangan penanganan pasca panen perkebunan tahun 2009 adalah :
        Pengembangan Penanganan Pasca Panen Karet
        Pengembangan Penanganan Pasca Panen Kakao
        Pengembangan Penanganan Pasca Panen Karet
        Pengembangan Agroindustri Pengolahan Kopi Rakyat
        Pengembangan Agroindustri Pengolahan Mete
        Pengembangan Penanganan Pasca Panen Lada
  d Subsektor Peternakan.
    d.1 Pada TA 2009 teralokasi dana Tugas pembantuan untuk kegiatan Penanganan Pasca Panen Peternakan di 13 Propinsi dan 29 Kabupaten/Kota.
    d.2 Program aksi pengembangan penanganan pasca panen peternakan tahun 2009 adalah :  
      - Perbaikan/penyempurnaan sarana RPH/RPU yang hieginis
      - Ppenyediaan sarana transportasi daging hieginis dari RPH/RPU ke pasar.
      - Pembangunan kios/los daging hieginis.
         

Artikel Lainnya