Beranda | Kembali ke halaman sebelumnya

Pengolahan Hasil Pertanian

Pengawalan Komoditas Strategis Hortikultura
Dikirim 15 Oktober 2012 by  - Dilihat: 1522

olahan bawang goreng
Propinsi Sulawesi Tengah merupakan merupakan daerah penghasil komoditas bawang merah sehingga sangat potensial untuk dikembangkan dengan produk olahan bawang  goreng. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Diten Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian dan Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Tengah untuk  mendorong tercapainya tujuan pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian di propinsi Sulawesi Tengah ditempuh melalui  pemberdayaan   pelaku usaha melalui Fasilitasi Bantuan Peralatan  Pengolahan dalam bentuk Bansos. ”Secara umum peralatan pengolahan yang pernah difasilitasi ole Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian sudah dimanfaatkan oleh kelompok penerima”. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Dinas Pertanian Propinsi Sulawesi Tengah Ir.Retno Erningtyas saat acara Pengawalan Pengolahan Komoditas Strategis Hortikultura di palu 5 Oktober lalu.      Upaya  pemberdayaan pelaku usaha tersebut, terus  didorong bukan saja oleh pemerintah pusat, atau pemerintah daerah tetapi lebih penting pada saat ini dengan memanfaatkan sinergi kekuatan yang ada pada pelaku usaha  itu sendiri untuk mewujudkan pengolahan dan pemasaran maju, produktif, efisien, dan memberikan manfaat bagi daerahnya yang berkeadilan dan berkelanjutan, maka  penyelengaraannya terus mengalami  penyempurnaan dan pengutuhan dari periode sebelumnya.  
Plh.Kasubdit Pengolahan Hortkultura didampingi oleh Kasubdit PPHP Sulteng
Salah satu faktor berkembangnya unit pengolahan dan pemasaran hasil pertanian adalah kelembagaan. Kelembagaan tani sebagai salah satu wadah mempunyai  peranan yang  sangat strategis  baik sebagai alur penghubung  antara lembaga di atasnya dengan petani maupun sebagai media  di dalam mempercepat  proses transfer teknologi dan informasi dan rendahnya bargaining position petani serta  skala usaha yang tidak ekonomis dapat diatasi dengan meningkatkan kerja sama pelaku  usaha secara individu  dalam wadah  kelompok usaha merupakan suatu potensi yang perlu terus dimanfaatkan dan dikembangkan.   Kelembagaan  di bidang pengolahan dan pemasaran masih perlu pembenahan, unit pengolahan yang berkembang di propinsi Sulawesi Tengah saat ini merupakan milik kelompok–kelompok masyarakat yang tergabung dalam satu wadah misalnya Kelompok Wanita  Tani (KWT), ada pula kelompok tani yang bernaung pada kelompok on farm. Pada sistem administrasi, kelompok-kelompok ini belum seluruhnya memiliki sistem manajemen yang baik, sehingga diperlukan bimbingan dan pengawalan secara intensif.
Outlet  Raja Bawang, Kota Palu Outlet KWT Sintuvu, Kab. Sigi
  Selain mempunyai buah tangan unik yaitu Bawang Goreng yang rasanya gurih, tidak ada sedikitpun rasa pahit yang tersisa di lidah, Retno berkeinginan agar olahan hasil hortikultura yang ada di Sulawesi Tengah semakin bertambah ragamnya, selain mempertahankan khas olahannya yakni bawang goreng, misalnya olahan  bumbu masak, tepung bawang dll. (AS)

Artikel Lainnya